Selasa, 14 Juni 2016

Catatan di Bulan Ramadan 2016

Sejenak terlintas beberapa pertanyaan di benakku saat melihat ramainya berita di media elektronik, dan di media sosial mengenai seorang Ibu yang menangis histeris akibat seisi rumah makannya “dijarah” oleh satpol PP yang melaksanakan razia rumah makan yang buka saat umat Muslim berpuasa di bulan Ramadan.

Sebenarnya puasa itu ditujukan untuk siapa?
  • Untuk umat Muslim sendiri ? Ataukah juga “dipaksakan” untuk orang lain misalnya yang non Muslim, yang sedang tidak boleh berpuasa, dan yang mendapat pengecualian untuk tidak berpuasa ?
  • Apakah mencari rezeki dengan buka rumah makan di saat bulan puasa merupakan dosa ataupun tindak kejahatan sehingga harus sembunyi – sembunyi ibarat sedang melakukan transaksi yang melanggar hukum negara?
  • Dalil maupun hadist mana yang melarang seseorang untuk membuka rumah makan di bulan puasa?
  • Jika dibilang tidak menghargai yang sedang berpuasa, apakah tidak cukup dengan menutupnya dengan tirai agar tidak terlihat dari luar?
  • Apakah tingkat daya uji puasanya hanya sebatas celah pintu rumah makan? Sampai – sampai rumah makan yang sudah tertutup kain dengan pintu yang sedikit terbuka saja bisa mengganggu ibadah puasa seseorang? Selemah itukah niat berpuasanya?
  • Apakah ibadah yang didirikan dengan cara mempersulit orang lain ada pahalanya dan apakah pahalanya berkah?

Untuk hal yang satu ini mungkin bukan kapasitas saya untuk menjawabnya, bukan juga kapasitas Anda untuk menjawabnya, karena urusan amal ibadah adalah hak mutlak bagi Sang Khalik untuk menentukannya.

Terlepas dari semua pertanyaan di atas, ada suatu pengalaman menarik yang saya alami sendiri di kantor beberapa tahun yang lalu.

Di kantor,  saya berada satu ruangan dengan beberapa umat Muslim. Di ruangan tersebut hanya saya sendiri yang non Muslim. Pada saat itu sedang bulan puasa. Saat jam makan siang tiba, saya membawa seluruh bekal makanan dan minuman saya untuk dimakan di ruangan lain yang agak jauh dari ruangan tempat posisi saya berada (Note : Di kantor saya tidak ada pantry, tidak menggunakan sekat cubicle dan biasanya makan di tempat masing - masing). Ini sebagai bentuk tata krama saya dalam menghargai rekan saya yang sedang menjalankan ibadah puasa, agar mereka dapat melaksanakan ibadahnya tanpa gangguan dari saya.

Setelah selesai makan siang, saya kembali ke dalam ruangan & mereka bertanya kepada saya selayaknya kami sedang ngobrol santai.

“Kok makannya pindah ruangan?” tanya salah satu dari mereka.
“Iya, kalian kan sedang berpuasa. Segan aku, nanti puasa kalian jadi terganggu dengan aroma makananku” jawabku
“Gak apa – apa koq, gak bakalan ngaruh sama kami karena kami kan memang sudah meniatkan diri sejak sahur untuk berpuasa seharian. Elo mau makan di hadapan kami juga gak bakalan ngaruh.” jawab rekan saya yang lain.
“Iya, lain kali makan disini aja gak apa – apa koq. Gak usah pindah sampai sejauh itu” timpal rekan saya yang lainnya.
‘Iya deh” jawab saya.

Jawaban rekan saya secara otomatis membuat saya semakin menghargai mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa, (dibandingkan dengan mereka yang teriak – teriak minta dihargai :p). Alhasil mulai saat itu saya makan di tempat saya tetapi sebisa mungkin saya tetap menjaga agar tidak sampai mengganggu ibadah teman saya, dengan cara hanya makan dan minum saat memang sudah terasa lapar & haus, itu pun dengan posisi agak menyamping atau membelakangi mereka agar tidak langsung frontal menampakkan diri sedang makan / minum di hadapan mereka (segan lha . . , jangan lantaran sudah dikasih izin langsung bablas hehehe).

Itu adalah contoh menghargai karena adanya kesadaran bahwa hak kita sendiri juga dihargai, bukan menghargai karena diminta untuk menghargai. Coba bandingkan mana yang lebih mulia? Dihargai karena kesadaran dan ketulusan seseorang karena haknya (untuk makan dan minum) juga dihargai, atau dihargai karena diminta (di paksa dengan cara razia?)?

Jika mengibaratkan puasa sebagai ujian, maka kondisi di sekelilingnya diibaratkan sebagai tingkat kesulitan ujiannya. Jika berhasil mengatasi ujian dengan tingkatan yang amat sangat sulit, maka hasil kemenangannya akan lebih terasa luar biasa. Bukankah kenikmatan yang dialami oleh seorang pendaki gunung di atas puncak adalah hasil dari usahanya dalam menaklukkan medan yang berat dan berbahaya?

Tentu beda rasanya apabila mendapatkan kemenangan dengan mudah tanpa adanya ujian yang berat. Ibaratnya ujian di kampus dengan sistem open book, nilainya dapat tapi ilmunya gak dapat.

Jika senantiasa mengharapkan kemudahan dalam setiap ujian kehidupan, maka dimana letak esensi dari kemenangan yang hakiki?
Janganlah meminta keringanan untuk setiap bebanmu, tetapi mintalah punggung yang kuat untuk mengangkat seluruh bebanmu. Itu akan menjadikanmu pribadi yang kokoh dan cemerlang, karena ombak yang tenang tidak akan pernah menghasilkan pelaut yang tangguh.

Selamat menjalankan ibadah puasa.
(14 Juni 2016, di bulan Ramadan yang damai di kantor)

Rabu, 24 Februari 2016

Give Yourself a Chance - 给你自己一个机会

Saudara -  saudariku . . .
Masih ingatkah dirimu akan tempat itu?
Tempat yang dulu pernah kita bangun dengan mencurahkan segala perhatian & semangat yang tiada henti.

Tempat dimana saya, Anda, dan saudara-saudari seperjuangan kita untuk kembali.
Sebuah tempat yang hangat, tempat dimana kita senantiasa diterima dengan uluran tangan yang penuh kasih.
Sebuah tempat yang akan selalu menampung seluruh tumpahan isi hatimu hingga tak bersisa, hingga dirimu merasa lega.

Di tempat itu . . .
Seorang Ibu senantiasa menunggu kita untuk dapat berkumpul kembali, dan bercengkrama bersama seperti dulu.
Pelukan yang hangat, tepukan ringan di pundak, punggung untuk bersandar, dan berjuta harapan, akan senantiasa ada di sana untukmu.

Di tempat itu . . .
Masih terkenang jelas dibenakku, bagaimana repotnya Ibu membimbing kita dulunya.
Membimbing anak – anaknya yang nakal, usil, dan penuh ego, hingga kini menjadi anak – anak yang sangat dibanggakannya, sangat dikasihinya, sangat dirindukan olehnya.

Tempat itu adalah Rumah kita . . .

Kini . . .
Penghuni tempat itu telah bertambah, rumah itu sudah menjadi lebih besar.
Banyak adik-adik kita, bibit baru kita, generasi penerus kita , yang masih memerlukan bimbingan,  dan tuntunan dari kita, agar mereka dapat semakin bertumbuh, semakin berkembang, sebagaimana Ibu sering mengayomi kita dulunya hingga kita bertumbuh & berkembang menjadi lebih kokoh.

Kini . . .
Ibu sudah semakin tua, stamina & kekuatannya pun tidaklah seperti dulu.
Sekarang saatnya kita yang meneruskan tugas Ibu untuk membimbing adik-adik kita, agar mereka dapat bertumbuh kokoh & meneruskan tugas untuk membimbing generasi penerus mereka kelak.

Demi adik – adik kita . . .
Penghuni rumah yang dulunya merantau & bergulat dengan berbagai kesibukannya, satu – persatu kini telah mulai kembali berkumpul.
Kembali ke rumah, kembali kepada Ibu, kembali untuk adik – adiknya.

Namun . . .
Anggota keluarga kita belum lengkap tanpa kehadiran dirimu.
Ibu merindukanmu, kami merindukanmu, rumah kita merindukanmu.
Kembalilah . . . , kami menunggumu.
Saya menunggumu.


PS        : Rumah yang kita bangun bukanlah sebuah masa lalu
              Ibu yang senantiasa mengayomi kita bukanlah sebuah masa lalu
              Saudara – saudari yang berjuang bersamamu bukanlah masa lalu
              Misi yang pernah kita emban bukanlah masa lalu
              Bagi kami, keberadaan dirimu bukanlah masa lalu

              Tidak ada sesuatu yang menjadi masa lalu
              Tidak ada seorangpun yang menjadi masa lalu
              Semua itu akan tetap ada
              Dan selalu akan ada
              Selamanya tetap ada

  Janganlah menyiksa dirimu, berikanlah kesempatan bagi dirimu sendiri.
  Kami yakin dan percaya . . .
  Dirimu adalah pemenang kehidupan
  Tidak ada masalah yang sanggup meruntuhkan kekokohanmu
  Dirimu hanya butuh waktu untuk bertenang
  Setelah itu, kami yakin dirimu akan segera bangkit & melangkah
  Kami yakin bahwa dirimu bisa melaluinya
  Ingatlah . . , kami akan selalu ada untukmu
  SELALU . . . ADA . . . UNTUKMU . . .

 Janganlah lupa, dirimu memiliki tempat untuk kembali.
 Berikanlah kesempatan bagi dirimu sendiri – Give yourself a chance.

Anak-anak Ibu yang telah kembali ke Rumah (Kami menunggumu)

Selasa, 04 Agustus 2015

Kenzie's & Angelica's Update Report

Wednesday, 05 August 2015

Setelah dilihat kembali progress update blog ini rasanya cukup ngenes.
Bagaimana tidak, kalau update terakhir yang di post di blog ini berjarak 5 bulan dari sekarang.
Sangat kelihatan sekali kalau minat tulis - menulis saya telah terkikis oleh kesibukan sehari - hari, seolah olah tidak memberikan kesempatan bagi kemampuan tulis - menulis untuk muncul kembali ke permukaan. Ditambah lagi dengan semakin jarangnya saya membaca buku karena lebih menyibukkan diri dengan mengurus 2 orang anak. *sigh*

Yahh . . . . , LANTAKLAH SITU. NIKMATI SAJA YANG ADA wkwkwkwk
Ngomong - ngomong mengenai perkembangan kedua buah cinta saya yang telah "berevolusi" menjadi bandit-bandit cilik ini memberikan banyak kesan.

Yang pertama dari Kenzie.
     Sekarang Kenzie telah naik kelas dari nursery menjadi kindergarden 1. Selama bersekolah Kenzie mengalami perkembangan yang cukup pesat, antara lain, kemampuan berbahasa Indonesia nya semakin lancar bahkan sanggup bercerita panjang lebar dengan ART di rumah, padahal kami sengaja tidak mengajarkan bahasa Indonesia di rumah & lebih fokus pada bahasa daerah, karena kami tahu bahwa anak - anak akan cepat mempelajari bahasa Indonesia ketika sudah memasuki jenjang sekolah.
Kemampuan yang lainnya, Kenzie sudah bisa berhitung meskipun untuk skala kecil, namun itu sudah lumayan untuk anak seusianya. Mengenai kesukaannya, Kenzie sangat tertarik terhadap beraneka ragam kendaraan konstruksi & kendaraan transportasi besar. Kenzie bahkan hapal nama - nama kendaraan tersebut, misalnya : truck, crane, concrete mixer, buldozer, excavator, pick up, dll. Di gadgetnya (tab) juga penuh dengan video, foto, & game kendaraan konstruksi. Quota internet 10 giga yang biasanya bisa bertahan 6 bulan langsung ludes dalam 1 bulan hanya untuk streaming video-video & download game - game kendaraan konstruksi. (tekor dah Daddy T_T).
     Satu hal yang paling nyebelin adalah semakin hari Kenzie semakin usil, terutama terhadap adiknya Angelica. Alhasil Daddy & Mommy harus gondok setiap hari. Mungkin ini cara Kenzie untuk minta perhatian Daddy & Mommy, mengingat sejak adanya Angelica perhatian kepada Kenzie menjadi agak sedikit berkurang.

Kemudian mengenai Angelica.
    Sekarang Angelica sudah bisa berjalan agak cepat, sudah tahu menyampaikan keinginannya dengan kata - kata yang singkat, dan juga lebih patuh meskipun kadang ngeyel. Angelica juga suka mencoba - coba makanan / minuman yang kita konsumsi, jadi kalau kita sedang ngemil, Angelica juga mau minta bagian. Angelica juga sudah bisa memanggil orang dengan panggilannya, sehingga tidak jarang ia memanggil tetangga yang sudah dikenalnya, terlebih lagi kepada Grandpa & Grandma, dan yang pastinya kepada Daddy & Mommy nya. Untuk memanggil abangnya, ia lebih suka langsung memanggil nama "Ziiiiii" dibanding "Keee". Mungkin karena orang di rumah (selain Mommy) lebih banyak memanggil Kenzie dengan nama, sehingga Angelica juga mengikuti.
Angelica juga tidak kalah usilnya dengan Kenzie. Angelica juga suka mengusili Kenzie, misalnya merebut mainan, membangunkan Kenzie yang sedang tidur, dan lainnya.

Abang adik suka saling mengusili satu sama lain dan akhirnya ribut, maka Daddy & Mommy jadi "ucing ala babi*"

*pelesetan dengan bahasa anak - anak dari kata "pusing kepala Barbie", yang sedang ngetrend saat ini.

Jumat, 13 Maret 2015

Nak, Sebelum Kamu Hidup Bersama Putriku , Mau Kah Kamu Membaca Pesanku Ini?

Untuk orang yang akan menemani putriku, yang akan menua bersama hingga maut datang menjemput.


Halo, nak. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku tahu bagaimana efek kehadiranmu di hidup putriku karena aku melihat ada perubahan di diri putriku. Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika mandi? Aku tahu setiap kali ia membawa berbagai produk kecantikannya masuk ke kamar mandi, dia pasti akan menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi. Tahukah kamu dia menghabiskan waktunya di depan laptop untuk belajar membuat masakan kesukaanmu? Satu kali, dua kali, tiga kali dia mencoba dan aku-serta istriku-dan seisi keluarga sering jadi kelinci percobaannya. Tahukah kamu bahwa dia sering grogi sebelum pergi bersamamu? Dia menghabiskan waktu berjam-jam di kamarnya cuma memilih baju terbaik dan dandan secantik mungkin. Padahal menurutku, apapun yang dipakai putriku, ia selalu terlihat cantik. Tahukah kamu bahwa dia sering pulang, masuk ke rumah dengan senyum yang sangat lebar setiap kali pulang dari pergi bersamamu? Senyum itu dulu cuma jadi milikku dan istriku, ketika kami membelikannya boneka kesukaannya. Senyum itu cuma jadi milikku dan istriku ketika ia tampil di pentas sekolah dan berhasil menemukan kami di tengah keramaian.


Aku tidak marah, aku juga tidak iri. Aku tahu suatu hari, momen ini akan datang. Momen dimana aku akan memegang tangannya untuk yang terakhir kali dan menyerahkannya kepadamu. Momen dimana aku akan pensiun jadi pahlawannya dan kamu yang akan menggantikan peranku itu. Walau aku tahu, dia akan selalu menganggapku sebagai pahlawan nomor satu dalam hidupnya. Tapi, percayalah, nak. Dia juga akan mengandalkan dirimu.


Jadi, aku cuma ingin berpesan. Maafkan kalau aku memang cerewet, tapi percayalah, istriku bisa menulis sebuah novel 1.000 halaman dan aku mungkin hanya akan menulis dua sampai tiga halaman saja. Nak, putriku mungkin bukan perempuan paling sempurna yang akan kamu temui di dunia, dia juga bukan perempuan paling cantik yang mungkin hadir di hidupmu. Tapi kamu harus yakin dan percaya sebelum menghabiskan sisa hidupmu bersama dirinya, dia lah satu-satunya perempuan yang memang pas dan cocok untuk hidup bersamamu setiap hari. Yakinkan dirimu bahwa dia satu-satunya perempuan yang bisa membantumu menjadi lelaki yang lebih kuat, lebih baik dan lebih dewasa setiap hari. Aku tahu, hidup kalian nanti tidak akan selalu penuh dengan tawa seperti yang kalian jalani sekarang, tapi aku ingin kalian berdua tetap memegang erat tangan satu sama lain, jangan pernah lepaskan, sehebat apapun badai yang menerpa kalian.


Tolong pertahankan senyum lebar yang selalu ia pasang setelah bertemu dirimu, karena aku dan istriku tidak akan selalu di sana untuk membuatnya tersenyum.

Tolong bantu dia untuk berdiri dan berjalan, bahkan berlari ketika dia terjatuh seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia masih jadi putri kecil kami.

Tolong tegur dan peringati putriku kalau dia memang berjalan ke arah yang salah, seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia salah mengambil jalan dalam hidup.



Yang terpenting, buat putriku selalu merasa dia berada di rumah ketika bersamamu. Tidak ada yang lebih penting selain rumah karena di sana tempat kalian berteduh, berlindung dan berkumpul bersama. Rumah adalah tempat pelarian terakhirmu. Buat dia nyaman, buat dia bahagia karena aku dan istriku tidak akan selalu di sini untuk membahagiakannya. Aku tidak bisa memberikan cinta seperti yang kamu berikan kepadanya, jadi aku yakin kamu punya kemampuan untuk mengerti dirinya.

Baiklah, aku sekarang sudah terdengar seperti istriku. Terima kasih sudah mendengarkan pesan panjangku ini. Aku sudah lebih lega sekarang seraya melihat kalian berdua menua bersama-sama.


Nak tolong jaga Putriku dengan baik..


Source : http://bit.ly/1AmaMjO

Rabu, 11 Februari 2015

(Late) New Year Wish

Tuesday, 11 February 2015

     Aih.., aih..., aih..., tak terasa ternyata sudah melewati tahun 2014 dan sekarang sudah memasuki bulan Februari di tahun 2015 ini, yang artinya sebentar lagi kita akan merayakan Imlek (Happy Chinese New Year !! Gong Xi Fa Cai !! Yeaaayyy !! #Hyped).

     Tahun 2014 telah berhasil dilewati dengan lancar & aman, meskipun di tahun tersebut saya lumayan "terseret-seret" dibuatnya namun untunglah tidak sampai "babak belur", tetapi tahun 2014 juga mengukir catatan bersejarah di dalam keluarga kecil saya. Yaph, seorang bidadari cilik yang diberi nama Angelica Renata Tam, hadir dan menambah suasana keceriaan di tengah-tengah keluarga kecil kita. Meskipun kadang merasakan yang namanya "Hard Day" tetapi ketika melihat perkembangan si pesek yang satu ini, tiba-tiba saja ada secercah asa yang menerangi dan menuntun langkah di jalan yang remang-remang ini (ceileee, bahasanya....). Dengan hadirnya sepasang "Anugerah Yang Kuasa" maka lengkaplah sudah kebahagiaan di dalam keluarga kecil ini.

     Seperti pada umumnya, dalam memasuki tahun yang baru tentulah disertai dengan harapan yang baru, demikian juga dengan saya ketika memasuki tahun 2015. Pada tahun 2015 ini saya berdoa agar keluarga saya senantiasa diberkati dengan kesehatan, keharmonisan, dan rezeki yang lancar. Amin.

Kamis, 16 Oktober 2014

Angelica's Growth

Friday, 17 October 2014

     Sekarang ini Angelica sudah berumur 5 bulan menuju 6 bulan, dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini? Mari kita lihat perkembangannya di bawah ini :


  1. Angelica sudah bisa tengkurap sendiri pada awal umur 4 bulan, proses belajar tengkurapnya terbilang cepat apabila dibandingkan dengan abangnya Kenzie
  2. Pada umur 5 bulan Angelica sudah mulai belajar untuk merayap maju & memutar. "Merayap"? Yah benar "MERAYAP", karena Angelica masih lebih menggunakan kekuatan tangannya untuk bergerak maju & memutar, sedangkan kekuatan kaki hanya digunakan sesekali saja. Seringkali kombinasi gerakan tangan & kaki pada saat merayap menyebabkan Angelica terjungkal ke samping.
  3. Saat ini Angelica juga sedikit - sedikit sudah mulai bergumam & menunjukkan emosinya misalnya tertawa ngakak saat Kenzie mengajaknya bermain, menangis keras saat merasa kesepian / merasa tidak nyaman.

     Kalau dilihat - lihat, sepertinya Angelica ini adalah tipe anak yang short temper alias emosian, soalnya kalau merasa tidak nyaman sedikit saja sudah nangis meraung-raung. Pernah suatu kali Angelica dibawa periksa ke dokter karena batuk & pilek, saat itu dokter sedang memeriksa kondisi badan Angelica dengan menggendongnya, mungkin karena merasa tidak nyaman atau tidak mau digendong orang asing, Angelica langsung saja menangis dengan keras. Pada saat kembali digendong oleh Grandma, Angelica tampak menunjukkan raut wajah yang cemberut sambil terus memelototi dokternya. Kesannya seperti marah terhadap dokternya. Wah . . . atuuuuut ^^"

Just for information, Angelica sudah diinisiasi pada hari Rabu, 08 Oktober 2014, bertepatan dengan hari Pengagungan Tuhan YME untuk musim dingin. Congrats yah nak, semoga menjadi anak yang taat & rajin beribadah

Angelica Renata Tam (6 month)

Angelica & Kenzie

Lontong Sayur Vegan

Lokasi : Kantin Vegan Riau Happy
              Jl. H.Guru Sulaiman Gg. Raya (Sebelah TK Santa Maria)
              Pekanbaru
Menu   : Lontong Sayur
Vegan  : Yes
Price    : Rp. 8.000,-

Ulasan :
Kesan pertama yang dirasakan ketika menikmati lontong sayur ini adalah "damai". Kenapa "damai"?
Karena lontong sayur ini tidaklah sepedas lontong sayur yang selama ini saya makan. Meskipun demikian, rasa pedas yang dihasilkan dari sayur gulainya tetap terasa. Adapun gulai sayurnya menggunakan bahan standar pada umumnya misalnya : tahu, buncis, jagung baby, & ditambahkan dengan saus kacang, yang apabila dipadukan dengan mi kuningnya maka akan sedikit terasa seperti rasa mi kacang.

(+) Lontong sayur ini cocok untuk kaum vegan yang tidak terlalu tahan dengan rasa pedas.
(-) Lontongnya menggunakan lontong khas Pekanbaru, yaitu lontong yang dibungkus dengan plastik dan bukan menggunakan lontong yang dibungkus dengan daun. Perpaduan antara saus kacang dan mi kuningnya mengaburkan rasa dari lontong sayur itu sendiri, karena rasa gulai sayurnya tidak ternikmati secara utuh, kecuali apabila konsepnya memang lontong sayur rasa mi kacang. Hehehehe

NB : Berhubung sudah lapar kronis, lontongnya keburu habis sebelum difoto :p

Rabu, 13 Agustus 2014

Flashback About Qing Shan

Ting-Tong-Ting-Tong
Blackberry saya berbunyi saat saya sedang sibuk di kantor dengan kerjaan yang menumpuk.

"Siapa gerangan yang mengirimkan pesan?" pikirku.

Dengan cepat kuraih gadget kado ulang tahun dari Papa & Mama pada tahun 2012 itu dan kulihat notifikasi di layarnya.

Ada Blackberry Messenger yang masuk.

Tanpa berpikir lagi karena terburu-buru dengan kerjaan, langsung saya buka isi dari BBM tersebut & terpampanglah sebuah gambar dengan pesan singkat di sebelahnya. BBM tersebut dikirim dari seorang teman seperjuangan yang sekarang juga telah menjadi seorang "veteran" seperti saya. Mariana, itulah namanya. Seorang Ibu rumah tangga dengan 2 anak laki-laki (akan segera menjadi 3 anak laki-laki) yang tangguh karena sanggup mengurus kedua anaknya seorang diri plus mengurus bisnis onlinenya, sementara suaminya juga bekerja.

Gambar & pesan yang dikirimnya membuat saya menghentikan pekerjaan dan termenung sesaat, mengenang kisah lama. Sebuah kisah manis yang memang pantas untuk dikenang selamanya dan tidak akan pernah terlupa. Kisah tersebut ibarat semangkuk sup herbal, ada rasa manis & pahitnya, namun sangatlah berkhasiat.

Ia mengirimkan gambar sekelompok muda-mudi, lebih tepatnya kelompok tari, yang sedang "on-action" di atas sebuah panggung dengan kostumnya masing-masing. Wajah seluruh anggotanya tampak begitu ceria, penuh dengan semangat & kebahagiaan. Wajah saya terpampang sebagai salah satu anggotanya, dengan ekspresi yang begitu bahagia, sebuah ekspresi yang sangat dirindukan.

Bukan berarti saat ini saya tidak bahagia, namun kebahagiaan yang terpancar dalam gambar tersebut adalah wujud kebahagiaan seorang "pejuang" yang berjuang bersama dengan kelompoknya demi sebuah misi suci yang bersifat universal. Bukan berjuang dengan senapan, bukan berjuang dengan meriam, bukan berjuang bom, apalagi berjuang dengan bambu runcing, melainkan berjuang dengan tarian.

Berjuang dengan tarian? Ah yang beneeeeeeer . . . . .

Iya, memang benar. Kami berjuang dengan tarian, dan misi yang kami perjuangkan bukanlah mengenai perebutan negara, pengambilalihan kekuasaan, maupun berjuang mempertahankan penjajahan dari negara lain, melainkan berjuang untuk menyadarkan jiwa-jiwa dalam setiap insan untuk lebih mencintai, mengasihi, menghargai, dan melindungi setiap kehidupan. Bukan hanya kehidupan pribadi saja, tetapi kehidupan setiap makhluk & alam, melalui lirik-lirik lagu yang keseluruhannya bercerita mengenai penyadaran terhadap diri sendiri dan keindahan alam semesta. Kami memang tidak sama seperti penari lainnya yang lebih mengutamakan pada teknik tarian semata, teknik tarian bukanlah yang utama di dalam tim tari kami (meskipun kami tetap menerapkan teknik dalam menari), yang utama dan terutama dalam tim kami adalah bagaimana caranya agar bisa menyampaikan misi tersebut melalui tarian sehingga penonton bisa menangkap apa yang hendak kami sampaikan, bukan hanya sebagai hiburan bagi mata, istilah lainnya eye-candy. Hal ini agak sulit, tetapi dengan semangat para anggota tim hal ini bukanlah hal yang mustahil.

Cukuplah sampai disitu mengenai misi tarian dan bla, bla,bla lainnya, biarkanlah itu tetap menjadi "urusan dapur" anggota tim yang tidak perlu digembar-gemborkan.

Kembali pada gambar yang dikirimkan oleh Mariana, membuat saya rindu pada masa-masa dulu ketika sedang aktif sebagai seorang penari atau bahasa yang lebih kerennya sebagai seorang dancer. #kibas poni
Yang namanya masalah ataupun kesulitan pastilah tetap ada di dalam kehidupan manusia, karena hanya orang mati yang tidak memiliki masalah duniawi -coz they don't belong to this world anymore-, demikian juga kehidupan di dalam tim. Segalanya ada di dalam tim, sama seperti capcay ataupun rujak, ada canda, tawa, tangis, marah, sedih, geli, kasih, bahkan sampai cinta. Cinta???? yah cinta, tapi itu adalah urusan orang dewasa, biarlah anak kecil yang sedang membaca artikel ini tidak terlalu jauh berpikir mengenainya (hush, belajar gih!).

Di dalam tim, kami tumbuh bersama, kami berkembang bersama, kami melangkah bersama, kami menjalankan misi bersama, kami saling menguatkan apabila ada anggota yang putus asa, kami mengarungi suka-duka bersama sebagai sebuah kesatuan yang utuh & kokoh, bahkan kami pernah nyebur ke kolam besama & mandi hujan bersama (sampai di point ini . . . . . "QING SHAN, I BLOODY MISS YOU ALL !!!!!!" #tearsburst)

Hening sejenak . . . .

Tenang . . . . . . . . . .

Mari lanjut.

Gambar yang dikirimkan tersebut cukup banyak mengorek kenangan lama setelah hampir 5 tahun menjadi almamater bagi tim tersebut dengan masa aktif dulunya sekitar 6 tahun. Ditambah lagi dengan pesan disamping gambar tersebut yang berbunyi :

"Kapan kita bisa seperti ini lagi?"

Saya pun mengetikkan balasan pada tombol qwerty gadget hitam saya.

"Jika anakku sudah berumur 10 tahun & ada panggilan untuk reunion-comeback-show, saya pasti akan kembali"

"Saya juga he..he..he.." balasnya cepat.

Sebelumnya saya juga sudah mendapatkan konfirmasi dari beberapa "veteran" yang menyatakan akan kembali menunjukkan aksinya bersama jika memang ada reunion-show. Semoga saat itu otot-otot, sendi-sendi, dan tulang belulang saya masih bisa diajak untuk bernegosiasi sebagaimana layaknya saat masih muda dulu #tiba-tiba merasa tua

Argh, BBM singkat tadi cukup banyak menyita waktuku.
Dengan cepat kukembalikan Berry Hitam tersebut ke pembaringannya di dalam laci & segera melanjutkan kesibukan yang tertunda. Semoga kerjaannya bisa dikebut hari ini.

Kenzie Goes To School

Thursday, 07 August 2014

Hari ini adalah hari pertama Kenzie menjalani kehidupannya sebagai anak sekolahan. Memang masuknya agak telat dikarenakan pada rencana awalnya Mommy & Daddy akan memasukkan Kenzie ke sekolah pada awal tahun 2015 biar gak kelamaan di sekolahan sehingga banyak masa bermainnya, lalu kenapa masuk di August 2014? Begini ceritanya.

Pada pertengahan bulan Juli, saat itu Mommy masih cuti, Daddy & Mommy iseng-iseng pergi ke sekolahan untuk menanyakan informasi mengenai tata cara pendaftaran murid baru, sistem pendidikan, dan lainnya. Oleh kepala sekolah disarankan untuk langsung masuk saja karena kalau masuk di awal 2015 sudah ketinggalan mata pelajarannya sebanyak 1 term. Setelah dipikir-pikir, sepertinya 1 term tuh lumayan jauh juga yah. Dengan demikian maka Mommy & Daddy memutuskan untuk mempercepat memasukkan Kenzie ke sekolah saja, lagipula Kenzie yang masih berumur 2 tahunan diizinkan untuk masuk ke kelas untuk anak umur 3 tahunan (logikanya, Kenzie akan lebih cepat belajar dibanding anak seumurannya). Berhubung sudah mau dekat libur Lebaran, maka masuknya setelah selesai libur Lebaran saja. Yah, ada bagusnya juga sih sehingga Mommy & Daddy sempat mempersiapkan segala keperluan sekolahnya (beli tas sekolah 2 unit :D). Sebelum mulai masuk sekolah Kenzie sudah dibawa ke taman bermainnya untuk bermain ayunan, dan lain-lain supaya membiasakan Kenzie dengan suasana sekolahan & membangun image positif mengenai sekolah pertamanya. Kelak, taman bermain inilah yang akan menjadi motivasinya untuk pergi ke sekolah dengan semangat.

Hari Pertama Sekolah (1st Day Trial)
Kenzie menangis sejadi-jadinya saat ditinggal Mommy keluar sebentar untuk kembali check log di kantornya, padahal saat itu Daddy juga menemani Kenzie di dalam kelas. Alhasil Kenzie memilih untuk menunggu Mommy diluar kelas bersama dengan Daddy yang memegang sapu tangan yang 90% penuh dengan ingus Kenzie, setelah Mommy kembali barulah Kenzie mau masuk kelas & mengikuti pelajaran hingga selesai.

Hari Kedua Sekolah (2nd Day Trial)
Setelah dinasehati Mommy saat masih di rumah, hari ini sudah agak mendingan. Meskipun masih menangis tetapi tetap mau tinggal di dalam kelas dengan ditemani Daddy & kali ini hanya menangis sebentar saja. Tangisannya kembali meledak saat Daddy mencoba untuk meninggalkannya sendiri di dalam kelas & menunggunya di luar kelas, ternyata Kenzie masih belum siap untuk ditinggal sepenuhnya. Dalam hal mengikuti pelajaran, hari ini Kenzie masih individualis alias sibuk sendiri, tidak mengikuti arahan gurunya.

Hari Ketiga Sekolah (3rd Day Trial)
Hari ini lebih baik dari dua hari sebelumnya, karena Kenzie sama sekali tidak nangis saat ditinggal Mommy (Daddy tetap mendampingi di dalam kelas). Memang ada menunjukkan raut wajah sedih seakan hendak menangis, tetapi tidak menangis. Gooooood . . . .

Hari Keempat Sekolah (1st day as Official Student)
Hari ini Kenzie kembali meneteskan air matanya saat ditinggal Mommy, tetapi cuma merengek tidak menangis. (Sebentar doang koq). Kenzie juga sepertinya sudah mulai bisa mengikuti arahan gurunya di dalam kelas & ikut beraktivitas seperti murid-murid lainnya. Masih sama seperti sebelumnya, Daddy tetap setia mendampingi di dalam kelas hingga Mommy kembali.

and Kenzie's school life begin . . . .

Note : Setiap pulang sekolah, Kenzie tetap harus singgah terlebih dahulu untuk bermain di taman bermainnya.

Rabu, 25 Juni 2014

Lo Mie "Non Hebal"

Lokasi             : Ashlyn Vegetarian
                          Jl. Setia Budhi (Depan Kantor PLN)
                          Pekanbaru
Menu              : Lo Mie
Vegan             : by request
Price               : Rp. 10.000,-
Ulasan            :

Kesan pertama ketika melihat lo mie ini adalah : “kecap manis tumpah, kalau nggak pasti lagi diskon besar-besaran” dikarenakan warna kuahnya yang hitam pekat. Lo mie ini berisi mie kuning, tahu goreng, potongan cabe rawit, potongan bakwan goreng, taoge, dan disiram dengan kuah kental yang berisi potongan kulit kembang tahu goreng. Ada hal yang tidak biasanya pada lo mie yang satu ini, apabila kuah lo mie seharusnya terdapat potongan herbal cina, lo mie yang satu ini malah tidak ada potongan herbalnya sama sekali. Saya tidak bisa menemukannya meskipun sudah “mengobok-obok” isi  kuah tersebut.

Tepat seperti dugaan saya, dari hitam pekatnya kuah lo mie ternyata rasa kuahnya juga sangat manis sekali. Potongan bakwannya terasa gurih & nikmat, cocok dengan kuah kentalnya yang manis. Lo mie ini mendobrak kelaziman lo mie pada umumnya, yaitu “non herbal”. Saya tidak tahu apakah ini memang disengaja sebagai “signature” alias “speciality” nya Ashlyn Vegetarian atau terjadi “kecelakaan” di dapurnya, yang pasti kuahnya tidak terasa seperti lo mie pada umumnya, terasa sangat manis & tanpa rasa herbal.

Bagi penyuka rasa manis yang tidak tahan dengan aroma herbal tetapi ingin menikmati lo mie, silahkan mencoba lo mie yang satu ini.

Lo Mie "Non Herbal"

Selasa, 10 Juni 2014

Mi Pangsit

Lokasi              : Hokky 88
                          Jl. Karet (Seberang barisan Vihara Dharma Loka)
                          Pekanbaru
Menu              : Mi Pangsit
Vegan             : Yes
Harga              : Rp. 10.000,-
 Ulasan            :

(+) Mi pangsit di sini seperti mi pangsit pada umumnya yang berupa mi pangsit dengan sayur sawi, proteina kecap manis, taoge, dan daging barbeque vegetarian, plus pangsit. Yang menjadi pembeda dari mi pangsit ini dengan mi pangsit lainnya adalah pangsitnya menggunakan pangsit rebus, bukan berupa pangsit goreng seperti yang jamak terdapat pada menu mi pangsit di Pekanbaru, dan pangsit yang diberikan juga tidaklah pelit. 2 biji Bung. Hehehehe
(-) Dari segi rasa, kuah mi pangsit ini tidaklah terlalu memberi rasa pada mi pangsitnya, demikian juga dengan proteina kecapnya yang diharapkan sebagai pemberi rasa juga terkesan “mandul” dikarenakan aroma kecapnya kurang meresap ke dalam proteinanya. Baik proteina maupun daging barbeque vegetariannya masih membawa aroma aslinya tanpa adanya sentuhan pengolahan kembali. Isi dari pangsitnya juga tidak padat / kenyal, & hancur begitu saja ketika berada di mulut, tidak terasa teksturnya.


Bagi penyuka rasa yang “aman” & ringan alias tidak terlalu spicy, maka mi pangsit ini boleh dicoba.

Mi Pangsit

Kamis, 29 Mei 2014

Emie Medan Sensasional


Lokasi             : RM. Sempurna
                         Jl. Sempurna No. 5 (bisa masuk dari Jl. Kayu Manis & Jl. Kulim)
                          Pekanbaru
Menu              : Emie Medan
Vegan             : Yes
Price               : Rp. 10.000,-
Ulasan            :

(+) Mie kuningnya gemuk & kenyal, serta tidak terasa aroma air kapur yang kadang terdapat pada mi kuning. Kontur mi kuningnya agak sedikit keriting sehingga menambah sensasi ketika berada di dalam mulut. Rasa rempah dari kuahnya cukup berasa, dan kerenyahan krispynya terasa pas : garing. Sepertinya rumah makan ini konsisten dengan tahunya yang menggunakan tahu dari Medan sehingga tidak menemukan rasa asam khas tahu Pekanbaru yang kadang dapat merusak rasa dari masakan itu sendiri. Kentang goreng yang 85% matang seolah-olah memberikan sensasi tersendiri pada setiap gigitannya.

(-) Perpaduan kuah kental yang dicampur dengan potongan crispy, kentang goreng, tahu goreng, daun sup, dan taoge boleh terbilang berpadu dengan cukup serasi andai saja taoge yang digunakan tidak terlalu gemuk sehingga aroma langu yang dihasilkan tidak terasa seperti hendak  “merebut” rasa rempah dari kuahnya. Sepertinya mereka ingin memberikan sensasi tambahan dengan taoge renyahnya, tetapi rasa langu pada taogenya malah mengurangi kenikmatannya.


Well, emie Medan boleh terbilang sensasional mengingat sensasi yang dihasilkan oleh setiap gigitan yang bersumber dari mie dan kentang gorengnya. Ide taoge renyahnya juga sebenarnya tidak jelek tetapi menghilangkan bau langu pada taoge adalah sebuah masalah yang harus diatasi. 


Selasa, 27 Mei 2014

FULL MONTH ANGELICA

Sunday, 25 May 2014

    Hari ini Angelica mengadakan acara syukuran full month-nya, meskipun lahir di tgl 28 April kemarin tetapi full month-nya diadakan lebih awal, karena untuk anak perempuan memang lebih awal.
Sejak pagi semuanya sudah sibuk untuk persiapan acara full month Angelica, Grandma sibuk mengambil pesanan, Grandpa sibuk masukin kue ke kotak, Daddy sibuk mau pergi jemput tukang pangkas & mau pergi hantaran, Mommy sibuk urus Angel, Aunty collapse gara-gara kecapekan semalamnya, & Brother Kenzie sibuk tidur. Hahaha...

     Seperti acara full month pada umumnya, Angel juga dibotaki oleh tukang pangkas, alhasil Angel yang tadinya cantik dengan rambutnya menjadi Botak Keneng. Hahaha....
Oh ya, selain nama Indonesia, Angel juga punya nama mandarin lho. Namanya 谭安妤 (bacanya : Tan An Yu), nama itu diberikan oleh Grandma setelah mengutak-atik kamus mandarin, panggilannya An Yu. Ingat yah nak, nama di belakang itu adalah 妤 (Yu), bukan 好 (hao), bentuk tulisannya memang hampir mirip tetapi cara baca & artinya berbeda. By the way, congrats yah nak :)

Proses "Membotak"

The Real Lontong Medan

Lokasi              : RM. Sempurna
                          Jl. Sempurna No. 5 (bisa masuk dari Jl. Kayu Manis & Jl. Kulim)
                          Pekanbaru
Menu              : Lontong Medan
Vegan             : Vegan
Ulasan            :

(+) Kesan yang didapat ketika menikmati suapan pertama adalah “Medan Banget”. Yup, lontong Medan ini memang terasa sama persis dengan lontong yang ada di kota Medan. Maklum saja, secara pemilik rumah makan ini juga adalah orang Medan tulen (Horas Bah!!). Lontong tersebut menggunakan kuah santan yang pekat & juga campuran sayuran yang dimasak dengan tauco, antara lain : labu jepang, tahu goreng, tempe, wortel, sayur nangka, buncis, serundeng kentang, dan tidak lupa ciri khas utama lontong Medan yaitu tauco. Walau penampilannya terlihat “seram” karena minyak dari santan yang berpadu dengan merahnya cabe giling sewaktu memasak kuahnya, sebenarnya rasanya cukup “damai”, tidak terlalu pedas, dan agak asin sebagai bagian dari rasa tauconya. Tahu yang dipakai juga tidak terasa asam sebagaimana biasanya pada tahu Pekanbaru. Akan lebih nikmat lagi apabila lontong ini dimakan dengan kerupuk cabe bundar khas Selatpanjang, rasanya benar – benar maknyuss. Satu lagi yang menjadi kelebihan lontong Medan ini, lontongnya menggunakan lontong yang dibungkus daun dan bertekstur lunak, benar – benar khas Medan, beda dengan lontong Pekanbaru yang menggunakan kantong plastik dan terasa agak keras.

(-) Bagi penderita kolesterol mungkin akan merasa takut untuk menikmati lontong Medan ini dikarenakan kuah santannya yang pekat & berminyak.

Benar – benar lontong Medan yang “Medan Banget !!” hanya dengan harga Rp. 11.000,- bisa memenuhi kerinduan akan rasa Medan tanpa harus pulang ke Medan.


NB       : Saya adalah orang Medan yang “terdampar” di Pekanbaru :p

Lontong Medan RM. Sempurna

Jumat, 23 Mei 2014

Catatan Kuliner Vegetarian Pekanbaru

Sebenarnya sudah lama terbesit keinginan untuk menerbitkan blog bertema kuliner vegetarian mengingat saya sendiri adalah seorang vegetarian dan juga merupakan seorang pecinta kuliner yang hobi makan. Saya juga termasuk orang yang kritis terhadap cita rasa suatu masakan (vegetarian tentunya), dan juga hobi terhadap dunia sastra & karya tulis, maka lengkaplah kombinasi hal tersebut dalam memantapkan niat saya untuk membuat blog yang bertema kuliner vegetarian. Untuk sementara blog ini dikhususkan untuk kuliner vegetarian wilayah Pekanbaru, mengingat saya berdomisili & beraktivitas di kota ini, tetapi tidak tertutup kemungkinan kedepannya saya akan memuat mengenai kuliner di kota yang lain karena kadang saya juga berpergian keluar kota.

Sebagai artikel perdana, saya akan mengulas mengenai sarapan yang sedang ada dihadapan saya :

Lokasi             : ASHLYN VEGETARIAN
                         Jl. Setia Budi (depan kantor PLN)
                         Pekanbaru
Menu              : Miso
Vegan             : By request
Ulasan            :

(+) Kuah miso-nya ketika dicicipi secara terpisah kurang terasa aroma rempahnya, tetapi setelah dicampur dengan mi kuning & bihun-nya menghasilkan kombinasi rasa yang gurih & nikmat. Bagi penyuka rasa pedas bisa juga menambahkan lebih banyak cabe rawit giling yang menambah “greget”nya. Ditambah lagi dengan kerupuk ubi pedas & taburan potongan crispy yang renyah, rasanya sungguh pas sekali.

(-) Seperti masalah kebanyakan yang ditemui di kota Pekanbaru, tahu goreng yang digunakan masih terasa asam (rasa khas tahu Pekanbaru) sehingga ketika dimakan bersamaan dengan mi & kuahnya akan sedikit merusak rasanya. Mi kuning yang dipakai juga agak kurang sesuai karena menggunakan mi kuning kurus yang biasa digunakan untuk mi goreng, tekstur mi kuningnya juga agak terasa sedikit keras & kering. Yah, mungkin itu karena menggunakan mi kuning untuk mi goreng.


Secara overall dengan mengesampingkan kekurangannya, miso di tempat ini boleh terbilang cukup nikmat dengan harga Rp. 9.000,- per porsi.

NB : Maaf fotonya tidak diposting karena miso-nya keburu habis ketika saya makan sambil menulis blog ini :p

Jumat, 09 Mei 2014

Welcome ANGELICA RENATA TAM

Friday, 09 Mei 2014

     Dalam rangka menyambut kelahiran anggota baru kita, Daddy berencana untuk membuatkan satu artikel di blog ini, tetapi setelah dilihat ternyata blog ini sudah lama tidak di update. Berbagai macam kendala maupun (kem)alasan diutarakan menyangkut hal ini. Bayangkan di tahun 2013 Daddy hanya mengupload tiga, sekali lagi TIGA, artikel saja. TIGA !! (lagi ah . . . . :3)
Rata-rata alasan sebenarnya adalah rasa malas yang muncul ketika harus merangkai kata membuat artikel.
Heheheh . . . .

Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk browsing, download, & nonton film :p

EHEM !!
To the point aja deh.

     Artikel blog kali ini Daddy dedikasikan untuk anggota baru di dalam keluarga kita, yaitu ANGELICA RENATA TAM, yang lahir pada tanggal 28 April 2014. Sebenarnya Angel diperkirakan lahir pada tanggal 15 atau 16 April 2014, tetapi akhirnya molor 12 hari. Padahal Daddy mulai siaga & was-was ketika Mommy sudah memasuki perkiraan masa bersalin, akhirnya Daddy melalui hari demi hari dengan perasaan khawatir & tidak tenang karena Angel ternyata memilih untuk lebih lama ngadem di rahim Mommy. Pada hari kelahiran Angel, proses persalinan Mommy  boleh terbilang lebih gampang dibandingkan pada saat akan melahirkan Kenzie, tetapi masa kontraksi saat akan melahirkannya lebih lama.

     Mommy menghadapi proses persalinan hanya ditemani oleh Daddy saja, karena pada saat itu Grandma & Aunty harus menjaga Kenzie di rumah, karena Kenzie tidak bisa dibawa serta ke rumah sakit (takut ngerusuh). Proses kelahiran Angel ditangani oleh Dr. Elita Gustiana Ardi Sp.Og dengan sangat baik. Dokter Elita-lah yang menangani Mommy selama proses kehamilan hingga proses kelahiran Angel, sehingga Angel bisa terlahir dengan selamat & sehat. Untuk berikutnya Angel akan selalu dikontrol kesehatannya oleh Dr. Jasril Yaunin, seorang dokter spesialis anak yang juga mengontrol kesehatan Kenzie.

     Baiklah ! Berikutnya Daddy akan menginformasikan mengenai asal-usul & arti dari nama Angel.
Ketika hasil USG menyatakan bahwa janin yang dikandung oleh Mommy berjenis kelamin perempuan, Daddy mulai memikirkan karakteristik nama yang akan diberikan. Daddy ingin janin yang dikandung oleh Mommy kelak menjadi seorang wanita yang anggun, cantik, & gemulai, maka mulai dari sanalah Daddy rajin browsing & membaca buku nama (CHEZH !! Padahal cuma sekali browsing & sekali baca =.=!). Setelah mencari kesana-kemari & membaca buku nama akhirnya diputuskanlah nama Angelica Renata yang keduanya berasal dari bahasa Italia. "Angelica" berarti malaikat / bidadari, memiliki karakteristik seperti malaikat / bidadari, sedangkan "Renata" artinya lahir kembali, sehingga apabila disatukan maka "Angelica Renata" berarti "Malaikat / Bidadari yang dilahirkan kembali". Sebagai tanda penerus generasi Daddy maka ditambahkanlah marga "Tam" di belakang namanya, sehingga namanya menjadi ANGELICA RENATA TAM.

     Dengan nama ini, Daddy & Mommy mendoakan agar kelak Angel menjadi seorang perempuan yang cantik, anggun, & berkepribadian baik seperti bidadari yang turun dari surga.

Akhirnya Daddy, Mommy, brother Kenzie, Grandma, Grandpa, & Aunty mengucapkan :
"WELCOME ANGELICA RENATA TAM ^^,"



The-Newborn-Angelica Renata Tam


Angelica Renata Tam (08 May 2014)

Sabtu, 16 November 2013

Kenzie Diaries Long Absence

Saturday, 16 November 2013

     Sudah lama Daddy "hilang" dari peredaran blog ini & setelah dilihat kembali ternyata telah 9 bulan blog ini tidak Daddy update. Bukan berarti Daddy sudah tidak berniat melanjutkan blog ini lagi, akan tetapi kesibukan Daddy yang luar biasa sangat menyita waktu & perhatian membuat Daddy tidak sempat untuk merangkai kata di halaman blog ini.

      Padahal Daddy sangat ingin bercerita mengenai perjalanan pertama Kenzie ke luar negeri ("Kenzie's 1st Overseas Travel") bersama Mommy, Grandma, & Aunty dengan destinasi Kuala Lumpur & ke Genting Highland, Malaysia pada tanggal 23 - 26 Mei 2013 yang lalu. ^^"

     Alhasil, karena kesibukan yang bertumpuk-tumpuk akhirnya niat tersebut tidak kesampaian & yang menjadi saksi bisu dari kenangan tersebut hanyalah berlembar-lembar foto selama perjalanan. Besar harapan agar pada perjalanan ke-2 nantinya, Daddy akan lebih punya banyak kesempatan untuk memuat kisahnya di blog ini. Sebagai informasi, Grandma sangat menginginkan perjalanan berikutnya bersama dengan Kenzie seperti pada waktu di Kuala Lumpur kemarin & tujuan kali ini adalah ke Singapore sambil mengunjungi "Gupo" (kakak perempuan Grandpa). Daddy juga punya impian untuk agar kita bisa traveling ke Bali, tempat di mana Daddy & Mommy menghabiskan honeymoon dulunya. (Nostalgia . . . ^^)

     Sebelumnya jangan kecewa dulu yah . . , karena sepertinya rencana di atas tidak akan berjalan dalam waktu dekat ini deh sebab dalam beberapa bulan ke depan kita harus bersiap-siap untuk menyambut anggota baru di dalam keluarga kita. Kenzie akan segera menjadi seorang kakak (Yippieee !!!) \(^ ^)/

Note : Saat ini Mommy sedang mengandung calon adik Kenzie, mari kita doakan Mommy & calon adik Kenzie agar senantiasa sehat-sehat & segalanya bisa berjalan dengan lancar yah. Lao Mu 慈悲



Elephant Style @ Theme Park Hotel, Genting Highland - Malaysia

Kamis, 14 Februari 2013

Kenzie CNY 2013 in Apit

Thursday, 14 February 2013

     Imlek tahun ini adalah untuk yang pertama kalinya bagi Kenzie merayakannya di Sungai Apit, tempat dimana Grandma Apit serta kampung halaman Mommy berada. Sebagai informasi, perjalanan dari rumah ke kampung halaman Mommy memakan waktu hampir 4 jam. Saat itu kita berangkat mulai jam 09.30, pada imlek hari ke-2 (11 February 2013), 1,5 jam lebih lambat dari jadwal yang seharusnya yaitu jam 8 pagi. Itu dikarenakan Kenzie yang terus-terusan nangis karena tidak mau masuk ke dalam mobil dan memilih untuk berjalan di jalanan. Yah, mungkin itu dikarenakan mobil yang biasanya Kenzie pakai untuk jalan-jalan disupiri oleh orang yang belum Kenzie kenal baik. Oh ya, kita berangkat ke Sungai Apit bersama dengan seluruh anggota keluarga, mulai dari Grandpa, Grandma, & Aunty. Yah...., kata Grandma sih sekalian jalan-jalan ke kampung Mommy plus Grandpa mau market survei abis tuh langsung pulang hari itu juga tanpa nginap alias cuma ngantarin kita doang, tapi sudah bisa ditebak bahwa alasan aslinya karena tidak tega melihat Kenzie pergi jauh.
   
  Untunglah selama perjalanan Kenzie tidak rewel & lebih banyak tidur, dan baru bangun saat akan tiba di Apit. Jujur saja, perjalanan selama 4 jam di dalam mobil cukup membuat Daddy bete, secara yang dilihat di kiri-kanan cuma hutan sawit dengan sebagian jalanan berupa bebatuan, tanpa penduduk, tanpa pemandangan indah, bahkan tanpa signal HP, maka lengkaplah acara "mati gaya" Daddy selama perjalanan.
Singkat kata, akhirnya sekitar jam 1 siang kita tiba juga di rumah Grandma Apit. Awalnya Daddy khawatir Kenzie akan menolak masuk karena menurut kebiasaan Kenzie selalu menolak untuk masuk ke tempat yang terasa asing. Kenzie juga cepat bersosialisasi dengan sepupu yang di Apit, bahkan sudah langsung bisa bermain bersama.

    Setelah satu jam lebih Grandpa & Grandma bertamu, maka mereka pun pulang. Kata Grandma Apit, saat hendak pulang langkah mereka terasa berat sekali. Daddy sih sudah yakin hal itu bakal terjadi, karena Grandpa & Grandma sangat sayang sekali dengan Kenzie & tentu saja mereka bakal khawatir apakah Kenzie bakal betah di Apit, takutnya bakalan rewel, mana perjalanannya jauh pula. Sejauh ini Kenzie masih baik-baik saja dan tidak rewel, karena di Apit Kenzie mendapatkan banyak teman bermain. FYI, di Apit inilah Kenzie dengan lancarnya memanggil "Cece & Koko". Masalah baru timbul saat Kenzie akan tidur. Seperti kata orang kebanyakan, kalau anak kecil mau tidur biasanya lebih suka di kamarnya sendiri dan hal ini juga berlaku untuk Kenzie. Pada malam harinya Kenzie nangis tidak karuan mencari kamar tempat biasa Kenzie tidur. Kenzie terus-terusan menangis & menunjuk ke arah pintu, tetapi setelah pintu di buka dan masuk ke dalamnya Kenzie akan melihat sekelilingnya dan menangis lagi dengan sambil menunjuk ke arah pintu. Malam itu benar-benar malam yang berat bagi Kenzie, dan baru akhirnya tertidur setelah kelelahan menangis. Mommy sampai berencana untuk langsung pulang keesokan harinya, padahal kita berencana untuk menginap 2 malam dan baru akan pulang lusa harinya.
   
  Malam yang berat akhirnya terlewati juga, Kenzie akhirnya bisa tidur dengan tenang sampai pagi. Pagi harinya Mommy berkata kepada Grandma Apit bahwa kita akan pulang hari itu juga, tetapi Grandma Apit mengatakan biasanya tidak ada yang pulang pada hari ke-2, maka rencana tetap berjalan seperti semula yaitu pulang besok. Pada hari ke-2 di Apit, kita berjalan-jalan ke pasar di Apit, & mengunjungi famili serta teman-teman Mommy (Kenzie lumayan panen angpao hihihi). Selama di Apit, Kenzie belajar mengenal & melihat langsung hewan-hewan yang jarang pernah kita jumpai di Kota, misalnya sapi & kambing yang berkeliaran, ikan yang bisa berjalan di lumpur, dan kadal yang kadang bisa ditemui di tepi sungai. Di Apit Kenzie juga bisa melihat pawai MTQ (sejenis acara keagamaan Islam).

    Malam menjelang, Daddy & Mommy juga mulai khawatir apakah malam ini Kenzie akan rewel lagi, tapi untunglah ternyata Kenzie tidak rewel & langsung tidur. Mungkin karena pada sore harinya Mommy sengaja membiasakan Kenzie untuk tidur di dalam kamar tersebut, sehingga malamnya Kenzie tidak menangis lagi karena sudah mengenal "aroma" kamar tersebut. Akhirnya malam ke-2 terlewati juga dan akhirnya pulang kembali ke rumah. Untuk kepulangannya kita mencarter 1 mobil full, karena Kenzie biasanya tidak mau jika di mobil ada orang asing, dan Uncle Amat-lah yang membantu kita mencari mobil rental. Seperti yang sudah bisa diduga, Kenzie menolak masuk mobil karena supirnya bukan orang yang dikenal & terus menerus minta diturunkan. Setelah dibujuk bahwa kita akan ke 88 barulah Kenzie diam dan menurut.
  
   Setelah tiba di rumah, Kenzie langsung dibawa ke kamar. Seolah-olah menemukan hal yang diidam-idamkan, Kenzie pun senang bukan kepalang saat masuk ke kamarnya. Kenzie langsung naik ke tempat tidur, mencari guling, dan melakukan "bed ritual". Rasanya seperti sudah lama sekali merindukan tempat tidurnya. Yah, beginilah pengalaman pertama Kenzie menginap di luar rumah, sekaligus pengalaman pertama Kenzie mengunjungi kampung halaman Mommy. Tahun depan mau ke Sungai Apit lagi gak yah? :)

Senin, 07 Januari 2013

Here Comes Kenzie The Hurricane !

Tuesday, 08 January 2013

Happy New Year Kenzie !
Ini adalah blog pertama untuk Kenzie di tahun 2013 ini, Daddy & Mommy mendoakan semoga Kenzie senantiasa sehat selalu, dan semakin bijaksana serta semakin lucu tentunya :)

Mari kita review apa saja kemajuan yang sudah dialami oleh Kenzie hingga hari ini. Sekarang Kenzie sudah lancar berjalan dan sudah mulai bisa berlari meskipun masih belum begitu stabil. Kadang kalau Kenzie lari-lari malah Daddy yang jantungan sendiri Hehehe . . . Berhubung Kenzie sudah bisa bebas melangkah kemanapun tanpa perlu pegangan lagi, maka inilah saatnya Kenzie merasakan kebebasan pertamanya. Seluruh sudut rumah, seluruh perabotan yang ada di rumah tidak luput dari tangan Kenzie. Selalu ada saja barang yang dibongkar, misalnya mencabut tisu dari kotaknya, melempar buah-buahan yang ada di meja kecil, utak-atik DVD player, menyerakkan kumpulan buku yang sudah Daddy susun dengan rapi, dan sebagainya. Hal yang paling membuat Mommy sibuk adalah saat akan memberi makan kepada Kenzie. Saat akan diberi makan, Kenzie pasti berlari kesana-kemari, sehingga Mommy mesti ikut mengejar ke sana ke mari (mungkin hal ini lumrah bagi anak kecil), kalau sudah tidak mau makan lagi maka akan dilepehkan keluar sehingga mengotori baju. Apalagi sekarang ini sepertinya Kenzie ingin belajar makan sendiri, dengan berbekal sendok dan sebuah piring kecil yang berisi sedikit nasi, Kenzie sibuk mengaduk-aduk nasinya hingga berserakan kemana-mana. Kenzie juga tidak mau jika diajari cara memegang sendok yang benar. +_+

Mengenai jam tidur, biasanya Kenzie sudah tertidur sekitar jam 9an, tetapi belakangan ini Kenzie baru akan tertidur saat jarum jam menunjukkan angka 10 dan kadang 11. Sebelum tidur, Kenzie pasti berjalan kesana-kemari menyusuri seluruh sudut kamar, memanjat kasur, membongkar tumpukan buku Daddy, membongkar isi kotak Napoly, dan sebagainya. Kenzie juga hobi rebutan HP dengan Daddy, serta memainkan HP Android milik Mommy. (Padahal Daddy juga pingin main HP Android Mommy :p)

Melihat seluruh aktivitas Kenzie di atas, maka tidak salah jika Daddy memberi Kenzie julukan "The Hurricane" yang artinya Angin Topan. Heheheh . . .

Jumat, 23 November 2012

Walk Kenzie, Walk

Friday, 23th November 2012

     Beberapa minggu sebelumnya Kenzie sudah bisa berjalan tanpa pegangan beberapa langkah, meskipun kadang masih menghendaki bantuan untuk memapahnya. Tetapi hari ini, Kenzie sudah berani berjalan tanpa pegangan, dan malah tidak mau dipegangi. Seolah-olah menikmati sensasi berjalan tanpa pegangannya yang pertama, Kenzie sibuk berjalan ke sana ke mari dan pastinya tidak mau dipegangi. Jika dulunya masih ada sedikit rasa takut jika berjalan tanpa pegangan, maka sekarang seolah tanpa ada keraguan sedikitpun Kenzie mulai melangkahkan kakinya menjelajahi seisi rumah. Yang lebih mengejutkan, Kenzie bahkan sudah bisa memanjat tangga dengan cepat dari lantai dasar hingga lantai atas tanpa bantuan maupun pegangan. Wah, pintar juga Kenzie yah. Tapi memanjat tangga sendiri itu juga bisa bikin Daddy & Mommy jantungan lho =.="