Senin, 05 September 2011
KENZIE DIARIES : PROLOGUE
Rabu, 06 Juli 2011
My Movies Collection
NADA SOU SOU (Tears Flows Endlessly)
BECK
Download :
BECK DVDRip Part 1
BECK DVDRip Part 2
Subtitle :
Indonesia
Jumat, 10 Desember 2010
Air & Penyakit
Rabu, 27 Oktober 2010
Surat Untuk Qing Shan

QING SHAN-KU YANG TERKASIH
Teman-teman di Qing Shan, bagaimanakah kabar kalian?
Adakah kemajuan yang kalian peroleh setiap harinya? Saya sangat merindukan kalian, merindukan saat – saat ketika saya masih berada di dalam Qing Shan bersama dengan teman-teman semua.
Betapa banyak hal yang telah kita lalui bersama dan kini menjadi sebuah hal yang indah untuk dikenang kembali. Di dalam Qing Shan, kita tertawa bersama, berjuang bersama, saling mendukung satu sama lainnya. Dikala ada diantara kita yang mengalami kendala, kita akan membantunya bersama-sama, memberikan motivasi dan dukungan. Demikian juga ketika saya sedang mengalami masalah dan berada dalam keterpurukan, teman-teman senantiasa memberikan dorongan semangat agar saya sanggup bangkit dan kembali menatap ke depan.
Kita berjuang bersama, berlari bersama, saling bahu-membahu, untuk menggapai tujuan yang sama : membawakan dunia yang sadar cemerlang.
Mengingat kembali saat itu, saya sangat merasakan bahwa Qing Shan benar-benar adalah sebuah keluarga besar yang hangat. Ibarat sebuah gunung yang terdapat aneka pepohonan dan tumbuhan di dalamnya, Qing Shan juga terdapat anggota dengan berbagai karakter, ada yang usil, ada yang humoris, ada yang bijaksana, ada yang cerewet, ada yang kalem, ada juga yang lasak seperti saya, dan sebagainya. Semua itu memberikan warna tersendiri dan menjadi ciri khas yang membentuk karakter Qing Shan. Meskipun di gunung terdiri dari berbagai jenis tumbuhan dan pepohonan tetapi semuanya memiliki tugas yang mulia untuk menjaga agar udara tetap segar dan tanah tidak longsor, yang berarti bahwa meskipun kita semua memiliki karakteristik dan latar belakang yang berbeda tetapi tujuan kita semua adalah sama, yaitu membawakan kabar sukacita Buddha Maitreya kepada dunia.
Meski kegiatan di kantor kadang cukup melelahkan dan menimbulkan beban pikiran, tetapi semua itu terasa sirna ketika berkumpul kembali di dalam Qing Shan. Selalu ada tangan hangat yang menyambutku, selalu ada dukungan yang penuh motivasi yang diberikan kepadaku, selalu ada bimbingan yang meluruskanku, selalu ada kebijaksanaan baru untuk dibagikan kepadaku setiap harinya. Memang tidak banyak orang yang tahu misi yang sedang diemban oleh Qing Shan, bagi orang awam Qing Shan mungkin hanyalah sebuah tim tari belaka yang bertugas untuk menampilkan tarian disetiap acara, tetapi “Yang berada di dalam tidak dapat melihat permukaannya, yang berada di luar tidak dapat melihat intinya”. Qing Shan tidak hanya merupakan wadah untuk menyalurkan bakat dalam menari saja, tetapi lebih dari itu juga merupakan sarana untuk pembinaan diri dan pengembangan kepribadian agar setiap anggotanya bisa menjadi sebuah pribadi yang bajik dan selalu berpandangan positif.
Berjuanglah Pemuda Semesta ! Berjuanglah Qing Shan !
Qing Shan, Qing Shan !
Heso, Heso !
Qing Shan, Qing Shan !
Heso, Heso !
Go ! Qing Shan !
Go ! Qing Shan !
GOOOOOOO !!!
Sabtu, 16 Oktober 2010
Kisah Si Anak Buta
Seorang anak laki-laki buta, dengan sebuah topi yang terletak di dekat kakinya, duduk di undakan sebuah bangunan. Ia memegang sebuah papan yang bertuliskan: “Saya buta, mohon bantuan.”
Saat itu, di dalam topinya hanya terdapat beberapa uang receh.
Kemudian seorang pria berjalan mendekatinya. Pria itu mengambil beberapa uang receh dari saku dan meletakkannya ke dalam topi anak tersebut, lalu mengambil papan tulisan laki-laki buta itu, membalikkannya, dan menuliskan beberapa kata. Setelah selesai, ia meletakkan kembali papan tulisan tersebut pada tempatnya semula sehingga setiap orang yang berjalan melintasi anak itu dapat melihat tulisan yang baru ditulisnya.
Hanya dalam sekejap saja topi anak buta tersebut semakin berisi. Semakin banyak orang yang memberikan uang kepada laki-laki buta itu. Pada sore harinya, pria yang mengubah tulisan pada papan tersebut kembali untuk melihat perkembangan yang terjadi.
Anak laki-laki itu mengenali suara langkah kakinya dan bertanya, “Apakah Anda adalah orang mengubah tulisan papanku pada pagi hari ini? Apa yang Anda tuliskan?”
Pria itu berkata, “Saya hanya menuliskan kebenaran. Saya mengatakan apa yang Anda katakan tetapi dengan cara yang berbeda.” Saya menulis: “Hari ini adalah hari yang sangat indah tetapi saya tidak dapat melihatnya.”
Kedua tulisan pada papan tersebut memberitahukan bahwa anak laki-laki itu buta, tetapi pada tulisan pertama hanya menuliskan bahwa anak itu buta, sedangkan tulisan kedua memberitahukan kepada orang-orang bahwa mereka sangat beruntung karena mereka tidaklah buta. Dengan demikian bukankah tulisan kedua lebih efektif?
Moral Cerita:
Bersyukurlah terhadap segala yang kita miliki. Jadilah kreatif. Jadilah inovatif. Berpikirlah dengan sudut pandang yang berbeda dan positif.
Ketika kehidupan memberimu 100 alasan untuk menangis, maka tunjukkanlah pada kehidupan bahwa kamu memiliki 1000 alasan untuk tersenyum.
Hadapilah masa lalumu tanpa rasa penyesalan. Jalanilah masa sekarang dengan percaya diri. Persiapkanlah diri untuk menyongsong masa depan tanpa rasa takut. Tetaplah percaya dan jauhi ketakutan.
Hal terindah adalah melihat seseorang tersenyum . . . tetapi akan lebih indah jika mengetahui bahwa Anda-lah yang menjadi alasan dibalik senyumannya!
Jika Anda merasa tersentuh setelah membaca kisah ini dan Anda menyukainya, maka saya sarankan agar Anda juga turut menyebarkan kisah ini.
Nikmati harimu dengan hati yang penuh syukur.
Jumat, 15 Oktober 2010
Story of a Blind



