Senin, 05 September 2011

KENZIE DIARIES : PROLOGUE

     Dear blogreaders, mulai saat ini akan ada halaman khusus yang dibuat sebagai diari untuk putra pertamaku Kenzie Raphael Tam, dengan label "Kenzie Diaries". Halaman "Kenzie's Diaries" ini bercerita mengenai keseharian Kenzie yang dimulai dari kisah kelahirannya, dan diusahakan agar diupdate secara berkala. Saya berharap "Kenzie's Diaries" ini kelak dapat digunakan oleh Kenzie untuk lebih mengetahui sejarah hidupnya, yang dilihat dari sudut pandang Saya sebagai Daddy (Ayah)nya, dan agar Kenzie mengetahui betapa besar Daddy menyayangi, mengasihi, serta mencintainya. (Tentu saja, Mommy juga sangat menyayangi, mengasihi, dan mencintaimu Sayang).


Thursday, 1st September 2011 (Sekitar jam 23.30 WIB)
     Kegiatan nonton hingga larut malam sangat jarang Daddy & Mommy lakukan, mengingat Mommy adalah tipe orang yang tidur sebelum jam 22.30 & Daddy tidak diizinkan oleh Mommy untuk tidur larut (paling telat jam 23.15), padahal sebelum menikah dengan Mommy, Daddy adalah tipe orang yang tidur diatas jam 00.00. Saat itu adalah hari libur Lebaran 1432H yang jatuh pada tanggal 30 & 31 Aug. (namun Pemerintah Indonesia mengganti hari Lebaran menjadi tanggal 31 Aug. & 01 Sept.), Daddy mendapat libur dari tanggal 28 Aug. s/d 04 Sept., sedangkan Mommy hanya mendapat libur pada tanggal 31 Aug. & 01 Sept. saja.

     Nah, berhubung Daddy masih dalam masa liburan & kisah film Dream High juga sangat menarik, maka Daddy & Mommy memutuskan untuk melanjutkan tontonan episode demi episode hingga menjelang tengah malam. Ketika selesai menonton dan hendak beranjak tidur, tiba-tiba saja Mommy memberitahukan kepada Daddy bahwa telah muncul tanda-tanda akan melahirkan. Saat itu Daddy & Mommy berusaha untuk tidak panik dan melakukan segala tindakan yang diperlukan sebelum berangkat ke rumah sakit, misalnya memanaskan air untuk menyeduh ginseng, membangunkan Grandpa untuk menyiapkan mobil, menelepon Grandma yang sedang menginap di rumah Great Grandma bersama Aunty (famili yang biasanya tinggal dengan Great Grandma sedang berlibur ke Pulau Sikuai - SumBar), dan mengambil serta melengkapi tas yang berisi keperluan yang akan digunakan di rumah sakit.

     Lama sebelumnya, Daddy & Mommy telah mempersiapkan segala keperluan yang akan digunakan di rumah sakit & memasukkannya ke dalam tas yang besar, seperti pakaian untuk Mommy & Kenzie, susu formula (antisipasi seandainya ASI tidak keluar) & botol susu Kenzie, dan masih banyak lagi, sehingga saat terasa akan melahirkan, maka tas tersebut tinggal dibawa saja.
Setelah semuanya dilakukan, bersama dengan Grandpa, Grandma, & Aunty, maka Daddy &Mommy pun segera berangkat ke rumah sakit (meninggalkan anjing peliharaan Grandma, (Kitty & Mopi) menjaga rumah,  sedangkan Happy (kucing peliharaan Grandma) ditinggal diluar rumah seperti biasanya).

     Selama di perjalanan (Grandpa yang mengendarai mobil) saat melintasi Jl. Arengka I, kami melihat banyak sekali bronces yang lengkap dengan dandanan & aksesorisnya, berkeliaran di tepi jalan sambil melambaikan tangan pada setiap mobil yang lewat. Selama ini Daddy, Grandpa, & Grandma hanya pernah mendengar mengenai rumor bronces yang berkeliaran di sepanjang Jl. Arengka I, tetapi hari ini kami melihatnya secara langsung. Hmmm . . .  Interesting . . .

Rabu, 06 Juli 2011

My Movies Collection

Hai hai blogreaders ^^
     Belakangan ini Saya mempunyai kegemaran baru yaitu menjadi seorang moviegoers. Meskipun di tanah air masih banyak yang protes atas kebijakan pemerintah untuk melarang masuknya film asing terutama dari Hollywood, namun kegemaran Saya sama sekali tidak terganggu. "Lho, kok bisa?" pasti itu yang ada di dalam benak Anda semua, walaupun sebagian sudah mengetahui jawabannya.

     Dizaman yang serba maju dengan kebebasan informasi seperti sekarang ini maka sekedar urusan "nonton film" bukanlah hal yang besar. Seperti kata pepatah : tidak ada rotan akarpun jadi, maka tidak bisa nonton di bioskop, di televisi pun jadi. Heheheheh. Saat ini di dunia maya banyak berserakan aneka judul film dari berbagai negara dengan genre-genre yang menarik, mulai dari drama, komedi, horor, sampai ke genre yang terbilang Oh-So-HOT ! Semua itu bisa didapatkan dengan gratis, cukup menyediakan sarana yang mendukung, misalnya koneksi internet yang cepat, hard disk, flashdisk ataupun thumbdrive berkapasitas besar, serta ditunjang dengan aplikasi yang memungkinkan kita untuk melanjutkan unduhan apabila terputus tiba-tiba (semisal aplikasi IDM), maka semuanya akan menjadi lancar.

     Biasanya Saya mengunduh film-film dari internet dan menyimpannya di flashdisk untuk kemudian ditonton di televisi saat senggang, mumpung televisi di rumah sudah memiliki port USB yang mendukung input dari media penyimpanan eksternal (Oooohhh . . . ,  I love modern technology soooo much ^0^). Pada umumnya ada 2 genre film yang menjadi favorit Saya, yaitu drama komedi & roman. Khusus untuk genre roman, Saya lebih menyukai roman Asia yang melankolis, baik yang hanya selevel heart touching hingga level nangis bombay.

     Ternyata banyak juga orang yang menyukai film level nangis bombay, tidak hanya cewek bahkan cowok juga menyukainya, apalagi jika ditonton bersama dengan pasangan (Boys! Now your girl has a shoulder to cry on!) :D

Berikut ini adalah beberapa film yang menjadi koleksi favorit Saya :


NADA SOU SOU (Tears Flows Endlessly)




     Film yang memiliki arti "Aliran Air Mata Tiada Henti" ini mengisahkan tentang Yota (Satoshi Tsumabuki), seorang pemuda yatim piatu yang berumur 21 tahun. Ia memiliki seorang adik tiri bernama Kaoru (Nagasawa) yang tinggal di kampung bersama neneknya. Yota sendiri tinggal di Okinawa. Ia adalah seorang pekerja keras yang ingin membuka restorannya sendiri suatu saat nanti. Dia bekerja keras agar sang adik bisa terus bersekolah bahkan hingga ke tingkat universitas. Suatu hari, Kaoru memutuskan untuk tinggal di Okinawa bersama Yota dan melanjutkan sekolahnya di sana. Yota sendiri pernah berjanji dengan Ibunya sebelum meninggal bahwa ia akan terus menjaga adiknya dengan segala upaya. Yota bahkan mengorbankan hubungan dengan kekasihnya, putri pemilik sebuah rumah sakit. Adiknya sangat menyukai Yota, lebih dari rasa suka seorang adik kepada kakaknya.

     Sebuah film yang terinspirasi oleh lagu dari Rimi Natsukawa yang berjudul sama ini memang wajib ditonton oleh moviegoers yang menyukai film nangis bombay. Dijamin tidak akan kecewa.

Download :

Subtitle :

Soundtrack MV :




BECK



     Film ini juga termasuk favorit Saya yang boleh dibilang amat langka (meskipun bukan film genre "Nangis Bombay" ), karena sebenarnya Saya sangat tidak tertarik dengan musik yang beraliran keras & bising, tetapi film ini menjadi sebuah pengecualian. BECK diangkat dari cerita komik & film animasi karya Harold Sakuishi yang mengisahkan mengenai kehidupan Yukio Tanaka / Koyuki (Takeru Sato) & grup band yang bernama BECK. Koyuki hanyalah seorang murid sekolahan yang sering menjadi sasaran bully dari Geng Hyoudo, berandalan di sekolahnya, kehidupannya pun biasa-biasa saja, bahkan terkesan membosankan, hingga ia bertemu dengan Ryusuke Minami (Hiro Mizushima) yang memberinya sebuah tujuan / cita-cita di dalam hidupnya, yaitu menjadi sebuah grup band yang diakui & diterima oleh banyak orang. Bersama dengan teman karibnya yang mahir bermain drum, Yuji Sakurai / Saku (Aoi Nakamura), mereka bergabung dengan sang gitaris Ryusuke, gitaris bass Yoshiyuki Taira / Taira (Osamu Mukai), dan vokalis Tsunemi Chiba / Chiba (Kenta Kiritani), membentuk sebuah grup band yang bernama BECK.
Kisah ini juga diwarnai dengan sedikit kisah asmara antara Koyuki dengan Maho (Shiori Kutsuna) yang merupakan adik perempuan Ryusuke.
     Film ini hanya menceritakan sepenggal kisah dalam BECK, sedangkan cerita aslinya (di dalam komik) hingga saat ini masih berlanjut. Lebih baik sedikit daripada tidak ada sama sekali, maka nikmatilah kisah ini sambil mendengarkan hentakan & permainan musik dari para personil BECK yang tidak dapat dinikmati dalam versi komik.

Download :
BECK DVDRip Part 1
BECK DVDRip Part 2

Subtitle :
Indonesia

Jumat, 10 Desember 2010

Air & Penyakit



Kira – kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah : OTAK dan DARAH !

Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air sebanyak 95%.

Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Jumlah tersebut harus ditambah apabila Anda adalah seorang perokok. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari? Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri dengan cara “menyedot” air dari komponen tubuh sendiri. Dari otak? Belum, belum sampai sebegitunya (kebayang gak bentuk otak yang kering tuh kayak gimana?) melainkan dari sumber yang terdekat yaitu DARAH !!

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental dan akibat pengentalan darah ini,maka perjalanannya akan kurang lancar dibandingkan dengan yang encer. Saat melewati ginjal yang berfungsi sebagai tempat penyaringan racun dari darah, ginjal akan bekerja ekstra keras untuk menyaring darah, dan karena saringan di dalam ginjal memiliki tekstur yang halus maka tidak jarang darah yang kental sering menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.. Sebagai akibatnya, air seni akan berwarna kemerahan tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan secara terus menerus, suatu saat Anda mungkin harus menghabiskan Rp. 400.000,- perminggu untuk cuci darah.

Nah, saat darah kental mengalir melalui otak, perjalanannya akan menjadi agak terhambat. Otak tidak lagi “encer”, dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros menggunakan nutrisi makanan dan oksigen, maka lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. (Ya iya la . . , wong otaknya dah jadi fosil :p). Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (lengkaplah penderitaan), maka dapat mengakibatkan stroke.

Sekarang pilihan ada di tangan Anda sendiri : melakukan “investasi” dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari atau “membayar bunganya” dengan sakit ginjal & stroke

Berikut ini adalah jadwal minum air yang baik yang disarankan oleh Dr. Don Colbert :

Ø      30 menit sebelum sarapan                      : 1 gelas
Ø      2,5 jam setelah sarapan                         : 1 gelas
Ø      30 menit sebelum makan siang               : 1 gelas
Ø      2,5 jam setelah makan siang                   : 1 gelas
Ø      30 menit sebelum makan malam             : 2 gelas
Ø      2,5 jam setelah makan malam                 : 1 gelas
Ø      30 menit sebelum tidur                           : 1 gelas

Rabu, 27 Oktober 2010

Surat Untuk Qing Shan


QING SHAN-KU YANG TERKASIH

Teman-teman di Qing Shan, bagaimanakah kabar kalian?

Adakah kemajuan yang kalian peroleh setiap harinya? Saya sangat merindukan kalian, merindukan saat – saat ketika saya masih berada di dalam Qing Shan bersama dengan teman-teman semua.

Betapa banyak hal yang telah kita lalui bersama dan kini menjadi sebuah hal yang indah untuk dikenang kembali. Di dalam Qing Shan, kita tertawa bersama, berjuang bersama, saling mendukung satu sama lainnya. Dikala ada diantara kita yang mengalami kendala, kita akan membantunya bersama-sama, memberikan motivasi dan dukungan. Demikian juga ketika saya sedang mengalami masalah dan berada dalam keterpurukan, teman-teman senantiasa memberikan dorongan semangat agar saya sanggup bangkit dan kembali menatap ke depan.

Kita berjuang bersama, berlari bersama, saling bahu-membahu, untuk menggapai tujuan yang sama : membawakan dunia yang sadar cemerlang.

Mengingat kembali saat itu, saya sangat merasakan bahwa Qing Shan benar-benar adalah sebuah keluarga besar yang hangat. Ibarat sebuah gunung yang terdapat aneka pepohonan dan tumbuhan di dalamnya, Qing Shan juga terdapat anggota dengan berbagai karakter, ada yang usil, ada yang humoris, ada yang bijaksana, ada yang cerewet, ada yang kalem, ada juga yang lasak seperti saya, dan sebagainya. Semua itu memberikan warna tersendiri dan menjadi ciri khas yang membentuk karakter Qing Shan. Meskipun di gunung terdiri dari berbagai jenis tumbuhan dan pepohonan tetapi semuanya memiliki tugas yang mulia untuk menjaga agar udara tetap segar dan tanah tidak longsor, yang berarti bahwa meskipun kita semua memiliki karakteristik dan latar belakang yang berbeda tetapi tujuan kita semua adalah sama, yaitu membawakan kabar sukacita Buddha Maitreya kepada dunia.

Meski kegiatan di kantor kadang cukup melelahkan dan menimbulkan beban pikiran, tetapi semua itu terasa sirna ketika berkumpul kembali di dalam Qing Shan. Selalu ada tangan hangat yang menyambutku, selalu ada dukungan yang penuh motivasi yang diberikan kepadaku, selalu ada bimbingan yang meluruskanku, selalu ada kebijaksanaan baru untuk dibagikan kepadaku setiap harinya. Memang tidak banyak orang yang tahu misi yang sedang diemban oleh Qing Shan, bagi orang awam Qing Shan mungkin hanyalah sebuah tim tari belaka yang bertugas untuk menampilkan tarian disetiap acara, tetapi “Yang berada di dalam tidak dapat melihat permukaannya, yang berada di luar tidak dapat melihat intinya”. Qing Shan tidak hanya merupakan wadah untuk menyalurkan bakat dalam menari saja, tetapi lebih dari itu juga merupakan sarana untuk pembinaan diri dan pengembangan kepribadian agar setiap anggotanya bisa menjadi sebuah pribadi yang bajik dan selalu berpandangan positif.

Berjuanglah Pemuda Semesta ! Berjuanglah Qing Shan !

Qing Shan, Qing Shan !

Heso, Heso !

Qing Shan, Qing Shan !

Heso, Heso !

Go ! Qing Shan !

Go ! Qing Shan !

GOOOOOOO !!!

Sabtu, 16 Oktober 2010

Kisah Si Anak Buta

Seperti yang telah saya postingkan pada blog sebelumnya, berikut ini adalah terjemahan dari tulisan "Story of a Blind". Mengingat adanya perbedaan gaya bahasa dalam terjemahan ini, maka saya mohon maaf jika dalam terjemahan tersebut terdapat kesalahan. Selamat membaca.


Seorang anak laki-laki buta, dengan sebuah topi yang terletak di dekat kakinya, duduk di undakan sebuah bangunan. Ia memegang sebuah papan yang bertuliskan: “Saya buta, mohon bantuan.”

Saat itu, di dalam topinya hanya terdapat beberapa uang receh.

Kemudian seorang pria berjalan mendekatinya. Pria itu mengambil beberapa uang receh dari saku dan meletakkannya ke dalam topi anak tersebut, lalu mengambil papan tulisan laki-laki buta itu, membalikkannya, dan menuliskan beberapa kata. Setelah selesai, ia meletakkan kembali papan tulisan tersebut pada tempatnya semula sehingga setiap orang yang berjalan melintasi anak itu dapat melihat tulisan yang baru ditulisnya.

Hanya dalam sekejap saja topi anak buta tersebut semakin berisi. Semakin banyak orang yang memberikan uang kepada laki-laki buta itu. Pada sore harinya, pria yang mengubah tulisan pada papan tersebut kembali untuk melihat perkembangan yang terjadi.

Anak laki-laki itu mengenali suara langkah kakinya dan bertanya, “Apakah Anda adalah orang mengubah tulisan papanku pada pagi hari ini? Apa yang Anda tuliskan?”

Pria itu berkata, “Saya hanya menuliskan kebenaran. Saya mengatakan apa yang Anda katakan tetapi dengan cara yang berbeda.” Saya menulis: “Hari ini adalah hari yang sangat indah tetapi saya tidak dapat melihatnya.”

Kedua tulisan pada papan tersebut memberitahukan bahwa anak laki-laki itu buta, tetapi pada tulisan pertama hanya menuliskan bahwa anak itu buta, sedangkan tulisan kedua memberitahukan kepada orang-orang bahwa mereka sangat beruntung karena mereka tidaklah buta. Dengan demikian bukankah tulisan kedua lebih efektif?

Moral Cerita:

Bersyukurlah terhadap segala yang kita miliki. Jadilah kreatif. Jadilah inovatif. Berpikirlah dengan sudut pandang yang berbeda dan positif.

Ketika kehidupan memberimu 100 alasan untuk menangis, maka tunjukkanlah pada kehidupan bahwa kamu memiliki 1000 alasan untuk tersenyum.

Hadapilah masa lalumu tanpa rasa penyesalan. Jalanilah masa sekarang dengan percaya diri. Persiapkanlah diri untuk menyongsong masa depan tanpa rasa takut. Tetaplah percaya dan jauhi ketakutan.

Hal terindah adalah melihat seseorang tersenyum . . . tetapi akan lebih indah jika mengetahui bahwa Anda-lah yang menjadi alasan dibalik senyumannya!

Jika Anda merasa tersentuh setelah membaca kisah ini dan Anda menyukainya, maka saya sarankan agar Anda juga turut menyebarkan kisah ini.

Nikmati harimu dengan hati yang penuh syukur.

Jumat, 15 Oktober 2010

Story of a Blind


Dear readers,
Hari ini saya mendapatkan postingan yang bagus dari seorang teman via Facebook & saya ingin berbagi kisah ini dengan pembaca. Mengingat kisah ini ditulis dalam bahasa Inggris maka bagi pembaca yang agak kurang mengerti akan saya posting-kan juga versi bahasa Indonesianya, dengan harapan agar pembaca dapat mengambil hikmah dan rasa syukur dari artikel berikut ini. Selamat membaca.

A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: "I am blind, please help." There were only a few coins in the hat. A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words. Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were.


The boy recognized his footsteps and asked, "Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?"

The man said, "I only wrote the truth. I said what you said but in a different way." I wrote: "Today is a beautiful day but I cannot see it."

Both signs told people that the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people that they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?
Moral of the Story:

Be thankful for what you have. Be creative. Be innovative. Think differently and positively. When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile. Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear. Keep the faith and drop the fear. The most beautiful thing is to see a person smiling…And even more beautiful is, knowing that you are the reason behind it!

If after reading this story you really felt touched and you liked the story, I suggest you share it.

Enjoy our day with a heart of gratitude.

Selasa, 05 Oktober 2010

Tiket-Oh-Tiket

"Dapatkan harga lebih murah dengan pemesanan lebih awal"
Begitulah kira-kira bunyi iklan dari suatu maskapai penerbangan yang telah terkenal dengan low fare flight-nya dan secara kebetulan karena memiliki rencana untuk traveling maka saya pun segera memesan via internet dengan harapan bakal mendapat harga yang termurah.
Berhubung tidak ada penerbangan yang langsung menuju tujuan, maka saya pun menggunakan pesawat transit. Saya mencari jadwal penerbangan yang paling awal agar tidak ketinggalan pesawat berikutnya pada hari yang sama (karena saya tidak begitu mengenal wilayah transit, jadi tidak berniat untuk menginap), kemudian saya memesan dan mencetak tiket secara online.
"Bagus, tinggal angkat koper" pikirku karena telah menemukan dan menyusun jadwal perjalanan saya dengan rapi.
Tidak ada hal yang lebih menyenangkan saat berlibur bagi seorang perfeksionis seperti saya selain tiket yang murah dan jadwal perjalanan yang rapi. Untuk itulah saya memutuskan untuk memesan segala transportasi dan akomodasi 6 bulan lebih awal dari jadwal keberangkatan agar saya bisa fokus untuk mengatur jadwal yang lainnya.
Ternyata tidak semuanya berjalan dengan sesuai harapan. Tiga bulan berikutnya ada malam hari, saya mendapatkan informasi dari seorang teman bahwa jadwal penerbangan maskapai yang saya tumpangi telah berubah & tanpa pemberitahuan via sms maupun call pula. Shock? La iya la . . masa la iya dong . . , karena dengan demikian alamat kacaulah seluruh jadwal perjalanan saya. Bayangkan saja, saya memesan penerbangan paling awal di hari itu ternyata mundur menjadi penerbangan malam, sehingga sudah dapat dipastikan saya akan ketinggalan penerbangan selanjutnya. Secepatnya saya memeriksa jadwal penerbangan di internet dan ternyata memang berubah. Untunglah dari pihak maskapai menyediakan call center yangstandby 24 jam, maka tanpa mengulur waktu saya langsung saja menghubungi call center yang berada di Pusat untuk complain. Setelah 2 kali menelepon malam-menjelang-pagi (1 kali untukcomplain & 1 kali untuk flight confirm) yang disertai dengan "kata pengantar" yang cukup panjang & (menurutku) kelewat-cerewet-banget-sih akhirnya masalah teratasi. Saya mendapat pergantian hari tanpa tambahan biaya, maka saya memilih untuk mundur satu hari meskipun belum tahu bakal nginap di mana saat tiba di lokasi transit (syukur-syukur kalo ada pramugari yang berbaik hati mau berbagi kamar. Wahahaaha . . . !!). That's better daripada saya harus menghadapi jadwal yang mundur lagi.
Sudah selesaikah sampai di situ?
Ternyata belum mas, belum . . . , suer belum . . . , karena jadwal return flight / penerbangan kembali dari maskapai yang satu lagi (low cost carrier) juga mengalami perubahan jadwal. Lagi-lagi jam penerbangan diundurkan & (sekali lagi) saya pasti terlambat untuk penerbangan lanjutan. "Sempurna, gue suka gaya maskapai loe. Watdehel yuar"
Dengan situasi demikian, maka kembalilah saya harus mengangkat telepon untuk complain hingga masalah ini teratasi.
Dari hasil pengamatan serta analisa terhadap apa yang saya alami, maka saya bisa menarik hipotesa sementara & menyimpulkan bahwa kalimat pada iklan tersebut seharusnya ditambah tanda asterik (*) dan disertai keterangan : "yah . . , sedikit bersusah payah la . ."
Pengen murah malah tambah mahal karena harus telepon lama untuk complain. Ck ck ck . . .